Penting! Temukan Bahan Skincare yang Tidak Boleh Digunakan Bersamaan

Cantik Sehat РTemukan bahan skincare yang tidak boleh digunakan bersamaan agar tidak membahayakan kulit. Skincare seolah menjadi salah satu barang yang sulit dipisahkan dari para wanita. Untuk mendapatkan kulit sehat dan menarik, banyak wanita yang rela mengeluarkan dana lebih demi bisa membeli skincare yang diinginkan. 

Sebelum memutuskan untuk menggunakan beberapa jenis skincare dalam waktu bersamaan, ketahui terlebih dahulu kandungan bahan dalam skincare tersebut. Hal ini penting untuk dilakukan karena ternyata ada beberapa jenis bahan skincare yang tidak boleh digunakan bersamaan. Jika bahan-bahan tertentu digunakan bersamaan, maka justru akan menimbulkan masalah baru pada kulit wajah.

Temukan bahan skincare yang tidak boleh digunakan bersamaan

Temukan Bahan Skincare yang Tidak Boleh Digunakan Bersamaan

Bahan-bahan aktif yang terkandung dalam skincare tidak bisa digabungkan secara sembarangan. Pemakaian skincare lebih dari satu jenis tanpa memperhatikan masing-masing kandungan bahan dapat membuat kulit wajah mengalami iritasi. Temukan bahan skincare yang tidak boleh digunakan bersamaan untuk mendapatkan hasil perawatan wajah yang maksimal.

1. Salicyclic Acid dan Retinol

Salicyclic Acid atau asam salisilat merupakan salah satu kandungan dalam kosmetik yang berfungsi untuk mengobati jerawat dan meregenerasi kulit. Sedangkan Retinol merupakan turunan dari vitamin A. Retinol berfungsi untuk meningkatkan produksi kolagen pada kulit, merangsang pertumbuhan sel kulit yang baru serta melawan tanda-tanda penuaan.

Asam salisilat dan retinol memiliki sifat yang sama yaitu akan menyebabkan kulit menjadi kering jika diaplikasikan secara terpisah. Penggunaan kedua bahan tersebut secara bersama justru akan menyebabkan masalah bagi kulit. Kulit beresiko menjadi semakin kering, mengelupas, mengalami iritasi dan bisa memperburuk kondisi kulit yang berjerawat. Temukan bahan skincare yang tidak boleh digunakan bersamaan.

Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari kedua bahan tersebut bisa dilakukan dengan pengaplikasian pada waktu yang berbeda. Asam salisilat dapat digunakan dalam krim siang sedangkan retinol digunakan dalam krim malam. Perlu resep dokter jika ingin menggunakan kedua bahan tersebut secara bersama agar mendapatkan komposisi yang tepat.

2. Vitamin C dan Retinol

Temukan bahan skincare yang tidak boleh digunakan bersamaan agar mendapat manfaat yang maksimal. Vitamin C dan retinol memiliki kadar keasaman atau pH yang berbeda. Vitamin C bersifat asam sementara retinol memiliki sifat basa. Menggunakan kedua bahan tersebut secara bersamaan tidak akan memaksimalkan manfaat yang didapatkan.

Gunakan skincare yang mengandung vitamin C pada siang hari. Vitamin C bagus untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet dan radikal bebas. Pada malam hari, gunakan skincare yang mengandung retinol. Retinol akan bekerja memperbaiki sel-sel kulit yang telah mati dan merangsang regenasi kulit. Baca juga Cara Menghilangkan Jerawat Bruntusan dalam Semalam, No 3 Super Cepat!

3. AHA/BHA dan Retinol

AHA/BHA dan retinol merupakan kandungan skincare yang tidak boleh digunakan secara bersama.  AHA/BHA dan retinol menjadi bahan kandungan dalam skincare yang banyak diandalkan dalam produk-produk perawatan kulit wajah. AHA/BHA berfungsi untuk mengelupas sel kulit mati sementara retinol memiliki fungsi mempercepat regenari kulit.

Menggunakan AHA bersama dengan retinol atau BHA dan retinol justru dapat membuat kulit mengalami iritasi dan menjadi kemerahan. Hal ini terjadi karena fungsi AHA/BHA dan retinol yang hampir sama. Kulit seolah dipaksa untuk bekerja keras untuk melakukan eksfoliasi dan meregenasi kulit secara bersama. Gunakanlah AHA/BHA pada siang hari dan retinol pada malam hari.

4. Benzoyl peroxide dan Retinol

Temukan bahan skincare yang tidak boleh digunakan bersamaan dalam label kemasan skincare. Benzoyl peroxide dan retinol merupakan kandungan bahan yang biasanya ada dalam obat jerawat. Kedua bahan tersebut dikenal memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah jerawat hingga ke akar. Meski demikian, kedua bahan tersebut akan menjadi tidak efektif jika digunakan secara bersamaan.

Benzoyl peroxide dan retinol sebaiknya digunakan secara terpisah agar kulit bisa mendapatkan manfaatnya secara maksimal. Efektivitas kinerja kedua bahan tersebut dapat saling menghambat jika diaplikasikan bersama pada kulit. Pilihlah skincare yang mengandung Benzoyl peroxide untuk pemakaian siang hari dan skincare dengan kandungan retinol untuk malam hari. 

5. Niacinamide dan Vitamin C

Niacinamide dan vitamin C merupakan kandungan skincare yang tidak boleh dicampur. Kedua bahan tersebut sama-sama berfungsi untuk meratakan warna kulit, mengatasi masalah pigmentasi dan mengurangi kemerahan pada kulit. Menggunakan dua bahan skincare ini secara bersama akan menyebabkan munculnya jerawat dan kulit menjadi  kemerahan.

6. AHA/BHA dan Vitamin C

Ketika hendak membeli produk skincare, ketahui dan temukan bahan skincare yang tidak boleh digunakan bersamaan. AHA/BHA dan vitamin C merupakan bahan-bahan dalam skincare yang tidak boleh digunakan bersamaan. Vitamin C kaya akan antioksidan yang akan melindungi kulit sementara AHA/BHA memiliki fungsi untuk eksfoliasi kulit.

Menggunakan AHA/BHA secara bersama dengan vitamin C dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan kulit menjadi kemerahan. Pilihlah skincare yang mengandung vitamin C untuk digunakan pada siang hari dan skincare dengan kandungan AHA/BHA pada malam hari. Hal ini penting untuk dilakukan agar kedua bahan tersebut dapat bekerja maksimal pada kulit wajah.

7. AHA dan Vitamin B3

AHA dan vitamin B3 merupakan jenis bahan skincare yang tidak boleh digunakan bersamaan dan tidak boleh dicampur. Vitamin B3 atau niacinamide merupakan kandungan dalam skincare yang akan bekerja dengn baik dalam kondisi pH netral. Vitamin B3 akan membantu memperbaiki struktur kulit. Penggunaan vitamin B3 bersama dengan AHA justru akan menyebabkan iritasi pada kulit dan kulit menjadi kemerahan.

8. Salicylic Acid dan Glycolic Acid

Salicylic acid dan glycolic acid merupakan kandungan bahan dalam skincare yang memiliki fungsi sama yaitu melakukan eksfoliasi kulit. Penggunaan secara bersama justru dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan menyebabkan kulit menjadi kemerahan. Temukan bahan skincare yang tidak boleh digunakan bersamaan sehingga kulit terhindar dari iritasi dan menjadi kemerahan.

9. Benzoyl peroxide dan BHA

Temukan bahan skincare yang tidak boleh digunakan bersamaan agar kulit tidak menjadi rusak. Benzoyl peroxide dan BHA memiliki fungsi yang sama yaitu untuk mengelupas sel kulit mati. Menggunakannya secara bersamaan dapat memicu munculnya jerawat dan menyebabkan iritasi kulit. Kandungan bahan skincare yang memiliki fungsi sama sebaiknya digunakan secara terpisah.

10. Water Base dan Oil Base

Selanjutnya bahan skincare yang tidak boleh digunakan bersamaan adalah Water Base dan Oil Base. Skincare yang berbahan dasar air (water base) tidak dapat digunakan bersamaan dengan skincare yang berbahan dasar minyak (oil base). Air dan minyak tidak dapat menyatu karena berat jenisnya yang berbeda. Skincare water base akan terhalang oleh skincare oil base jika digunakan secara bersama. Hal ini tentuk saja akan membuat penyerapan skincare water base tidak maksimal  

Skincare dengan kandungan bahan-bahan aktif yang sama sebaiknya tidak digunakan bersamaan. Meskipun akan memberikan hasil yang baik ketika digunakan terpisah, bahan aktif yang sama jika digunakan secara bersama justru dapat menyebabkan masalah pada kulit. Kenali dan temukan bahan skincare yang tidak boleh digunakan bersamaan agar dapat memilih skincare dengan kandungan bahan yang tepat.

Kondisi kulit setiap orang tentu saja berbeda-beda. Jika terjadi iritasi pada kulit, sebaiknya hentikan penggunaan skincare. Konsultasikan dengan doker jika kondisi kulit semakin parah. Teliti dan temukan bahan skincare yang tidak boleh digunakan bersamaan sebelum membelinya agar kulit terhindar dari iritasi. Semoga artikel ini bermanfaat.

Tinggalkan komentar